096TID-Dia Menyiram Pembantu Tua dengan Air Kotor… Tapi Satu Tamparan Balasan Mengubah Segalanya

Luo Weimin tiba dengan wajah tegang. Begitu memasuki aula, Luo Zhen langsung menunjuk Shen Yue. “Ayah, usir perempuan itu! Dia berani mempermalukan keluarga kita!”
Shen Yue tidak mundur sedikit pun. Ia menatap Luo Zhen dingin. “Keluargamu dipermalukan bukan karena tamparanku, tetapi karena kelakuanmu sendiri di depan orang tua.”
Luo Zhen bangkit dengan wajah merah padam. “Kau pikir aku takut padamu?” bentaknya. “Di rumah ini, satu telepon dariku cukup untuk menghancurkan hidupmu.”
Shen Yue tersenyum tipis. “Kalau begitu teleponlah siapa pun. Aku ingin melihat berapa banyak orang yang masih membelamu setelah melihat rekaman kamera keamanan.”
Ucapan itu membuat Luo Zhen terdiam sesaat. Ia menoleh panik ke arah kamera di sudut aula, baru menyadari seluruh penghinaan terhadap Auntie Li terekam.
“Matikan rekamannya!” teriak Luo Zhen kepada kepala keamanan. Namun Shen Yue segera berdiri di depan layar. “Sentuh sistem itu, dan aku kirim salinannya sekarang juga.”
Luo Zhen maju satu langkah. “Kau mengancamku?” Shen Yue menjawab tenang, “Tidak. Aku hanya memastikan orang yang selalu menang dengan kekuasaan akhirnya menghadapi bukti.”
Luo Weimin memerintahkan rekaman diputar. Di layar terlihat Luo Zhen menyiram Auntie Li, menertawakannya, lalu menampar perempuan tua itu tanpa sedikit pun rasa bersalah.
Luo Zhen langsung memotong, “Dia cuma pembantu!” Shen Yue menoleh tajam. “Dan kalimat itulah alasan orang sepertimu seharusnya tidak pernah memegang kekuasaan atas siapa pun.”
Luo Zhen mengepalkan tangan, tetapi menahan diri. “Siapa kau sebenarnya sampai berani mengajariku?” Shen Yue mendekat, suaranya rendah. “Seseorang yang bisa menghentikan masa depanmu.”
Ruangan mendadak sunyi. Shen Yue mengeluarkan dokumen dari tasnya. Ia ternyata memimpin kelompok investasi yang sedang menilai kelayakan kerja sama terbesar perusahaan keluarga Luo.
Wajah Luo Zhen berubah. “Kau bohong.” Shen Yue meletakkan dokumen di meja. “Tanda tangan terakhir seharusnya kuberikan malam ini. Sekarang aku mempertimbangkan pembatalan total.”
Luo Zhen menoleh kepada ayahnya. “Ayah, jangan dengarkan dia! Kita tidak membutuhkan uangnya!” Luo Weimin menjawab dingin, “Perusahaan kita justru membutuhkan kepercayaannya.”
Luo Zhen kembali menyerang Shen Yue dengan kata-kata. “Kau sengaja menjebakku!” Shen Yue membalas, “Aku tidak menyuruhmu menyiram, menghina, atau menampar seorang perempuan tua.”
Untuk pertama kalinya, Luo Zhen kehabisan alasan. Namun kesombongannya belum runtuh. “Aku pewaris keluarga Luo. Kau tidak punya hak menentukan masa depanku!”
Shen Yue menatap lurus ke matanya. “Benar. Yang menentukan masa depanmu adalah pilihanmu sendiri. Dan hari ini, kau menunjukkan siapa dirimu tanpa perlindungan nama keluarga.”
Luo Weimin akhirnya mengambil keputusan. Ia mencopot Luo Zhen dari seluruh jabatan dan membekukan fasilitas pribadinya. “Mulai hari ini, kau bukan pewaris sampai kau layak.”
Luo Zhen terpukul. Ia menatap Shen Yue penuh kebencian. “Ini belum selesai.” Shen Yue menjawab tanpa gentar, “Bagus. Karena aku juga belum selesai menuntut pertanggungjawabanmu.”
Shen Yue lalu mensyaratkan perlindungan resmi bagi seluruh pekerja rumah tangga sebelum investasi dilanjutkan. Luo Weimin menyetujuinya, sementara Luo Zhen hanya bisa berdiri dalam keheningan.
Saat Shen Yue pergi, Luo Zhen memandang punggungnya dengan campuran marah dan takut. Untuk pertama kalinya, ia bertemu seseorang yang tidak bisa dibeli ataupun diintimidasi.
Comments (0)
Loading comments...
















